21 Fakta Mencengangkan Tentang Cuka yang Harus Anda Tau!

Selasa, 29 Januari 2019

Cuka merupakan bahan yang banyak digunakan terutama untuk memasak. Cuka juga seringkali menjadi tambahan rujak dan makanan pedas lainnya untuk menambah cita rasa. Tapi pernahkah terbesit di pikiran Anda tentang apa itu cuka sebenarnya? Atau apa saja hal tentang cuka yang tidak Anda ketahui?

Nah kebetulan, kali ini kami akan menjawab segala pertanyaan yang membuat Anda galau tentang ‘per-cukaan’ ini. Yuk ah langsung saja simak ulasannya.

Sebelum masuk ke faktanya, kami akan menjelaskan sedikit tentang apa itu cuka sebenarnya. Cuka adalah cairan beralkohol yang dibiarkan asam. Bahan ini terutama digunakan untuk membumbui dan mengawetkan makanan dan sebagai bahan dalam dressing salad dan tambahan bumbu.

Cuka juga dapat digunakan sebagai cairan pembersih yang efektif lho. Kata vinegar (cuka) sendiri berasal dari bahasa Prancis ‘vin’ artinya anggur dan ‘aigre’ yang artinya asam. Sekarang mari lanjut ke fakta menarik tentang cuka dibawah ini:

1. Penggunaan cuka untuk membumbui makanan sudah dimulai dari berabad-abad yang lalu. Cuka juga telah digunakan sebagai obat, agen korosif, dan sebagai pengawet. Pada Abad Pertengahan, alkemis menuangkan cuka ke timbal untuk pembuatan asetat yang sekarang biasa disebut "gula timbal”. Sekitar 5.000 SM, orang Babilonia menggunakan cuka sebagai bumbu dan pengawet; mereka juga diketahui menggunakan praktik menambahkan bumbu dan rempah-rempah pada makanan mereka.

2. Pada era Renaissance, pembuatan cuka adalah bisnis yang menguntungkan di Prancis. Mereka juga turut mengolah lada, cengkeh, mawar, dan raspberry, negara ini memproduksi hampir 150 cuka beraroma dan berasa. Produksi cuka juga berkembang di Inggris. Menjadi bisnis yang sangat menguntungkan sehingga Undang-Undang Parlemen 1673 menetapkan pajak atas apa yang disebut cuka-bir. Pada masa-masa awal Amerika Serikat berdiri, produksi cuka sari merupakan landasan pertanian dan ekonomi domestik, sehingga harganya jauh lebih tinggi tiga kali lipat dari harga sari buah tradisional.

3. Transformasi anggur atau jus buah menjadi cuka adalah proses kimia di mana etil alkohol mengalami oksidasi parsial yang menghasilkan pembentukan asetaldehida. Pada tahap ketiga, asetaldehida diubah menjadi asam asetat. Reaksi kimia yang dihasilkan adalah sebagai berikut: CH3CH2OH = 2HCH3CHO = CH3COOH.

4. Cuka dibuat dari berbagai produk alkohol yang diencerkan, yang paling umum adalah anggur, bir, dan sari nasi. Cuka Balsamic dibuat dari anggur Trebbiano dan Lambrusco di wilayah Emilia-Romagna Italia. Beberapa cuka suling terbuat dari produk kayu seperti beech.

5. Acetobacter adalah bakteri mikroskopis yang hidup pada gelembung oksigen dalam pembuatan cuka. Sedangkan fermentasi anggur untuk membuat wine atau bir terjadi tanpa oksigen. Proses pembuatan cuka bergantung pada dimana tempat pembuatannya. Dalam proses alami, bakteri baik tersebut dibiarkan tumbuh seiring waktu. Di pabrik cuka, proses ini diinduksi dengan memasukkan nutrisi acetozym ke dalam tangki alkohol.

6. Awal dari penciptaan cuka adalah cairan lengket yang muncul di permukaan alkohol karena proses konversinya ke cuka. Ini adalah karbohidrat alami yang disebut selulosa. Cairan ini memiliki konsentrasi karakter acetob tertinggi. Cairan ini diambil dari atas dan ditambahkan ke batch alkohol berikutnya untuk mempercepat pembentukan cuka. Nutrisi acetozym adalah awal mula cuka buatan manusia dalam bentuk bubuk.

7. Herbal dan buah-buahan sering digunakan untuk member rasa pada cuka. Herbal yang biasa digunakan termasuk tarragon, bawang putih, dan basil juga buah-buahan populer seperti raspberry, ceri, dan lemon.

8. 1 November adalah hari khusus yang diperingati sebagai Hari Cuka Nasional.

9. Cuka putih dapat membantu mengobati kulit yang terbakar karena sengatan matahari (sunburn). Cukup letakkan tisu di atas kulit yang terbakar matahari dan semprotkan sedikit dengan cuka putih. Ini membantu mengembalikan kulit Anda ke tingkat keasaman yang benar dan memberikan efek pendinginan yang bagus untuk kulit Anda.

10. Merendam daging menggunakan cuka dapat membunuh bakteri dan melunakkan daging. Gunakan cuka seperempat cangkir untuk daging seberat 2 sampai 3 pon. Rendam semalaman, lalu masak tanpa mengeringkan atau membilas daging. Jika diinginkan, tambahkan bumbu ke dalam cuka saat mengasinkan.

11. Beberapa keju dapat dibuat dari susu dan cuka putih. Ketika ditambahkan ke susu, cuka asam mengubah protein susu, membiarkan kolostrum dan bubuk terpisah. Hasilnya adalah keju yang lembut dan enak.

12. Cuka putih dapat digunakan bersama baking soda sebagai tambahan ragi untuk makanan yang dipanggang. Cuka asam bereaksi dengan soda kue basa dan bisa melepaskan gas karbondioksida yang juga dapat membantu makanan yang dipanggang cepat matang.

13. Produksi cuka menghasilkan sedikit produk sampingan atau limbah. Sebenarnya, produk alkohol sendiri seringkali merupakan produk sampingan dari proses lain seperti pembuatan anggur dan ragi roti. Beberapa sedimen akan dihasilkan dari metode fermentasi yang terendam. Sedimen ini dapat terurai secara alami dan tentu saja dapat dibuang ke saluran pembuangan.

14. Cuka dapat membantu meredakan perut dan mual. Caranya adalah dengan membuat minuman peredam sakit yang terbuat dari cuka sari apel, air dan madu.

15. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi cuka dapat meningkatkan rasa kenyang dengan memperlambat laju pengosongan lambung, menyebabkan berkurangnya asupan kalori dan penurunan berat badan. Intinya cuka digadang-gadang bisa menjadi cara efektif untuk menurunkan berat badan.

16. Karena sifat antimikrobanya, cuka bisa berguna untuk mengobati penyakit fisik termasuk jamur kuku, kutil dan infeksi telinga. Ini juga merupakan pengobatan topikal yang efektif untuk infeksi kulit dan luka bakar.

17. Cuka putih dapat menjadi alat pembersih yang efektif untuk beberapa masalah kotoran di rumah Anda. Cuka juga dapat digunakan untuk mengendalikan gulma dan hama di kebun Anda atau membantu Anda menjaga bunga agar tetap segar.

18. Mengonsumsi makanan asam yang mengandung banyak cuka secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap degradasi email gigi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cuka putih mungkin lebih merusak gigi Anda daripada jenis cuka lainnya.

19. Konsumsi terlalu banyak cuka dapat memperburuk gejala kondisi peradangan pada saluran pencernaan bagian atas (GI) seperti mulas atau gangguan pencernaan.

20. Umur hidup (masa expire) cuka hampir tidak terbatas karena sifat asamnya. Cuka dapat bertahan lama dalam kondisi baik dan tidak perlu pendinginan atau dimasukkan kedalam kulkas.

21. Tingkatkan keasaman tanah dengan menambahkan secangkir cuka ke satu galon air keran untuk menyiram tanaman yang menyukai asam seperti gardenia dan azalea. Cuka dapat melepaskan zat besi di tanah yang berguna untuk menyuburkan tanaman Anda.