Ragam Kesalahan Renovasi Rumah, Wajib Dihindari!

Minggu, 17 Maret 2019

Sudah rahasia umum kalau biasanya seseorang lebih banyak mengeluarkan uang dari yang semestinya ketika merenovasi rumah.

Yang demikian ini akan terjadi kalau anda, sebagai pemilik rumah, sering sekali melakukan kesalahan sejak dari tahap perencanaan hingga proses renovasi dilakukan. Bahkan kadang kala blunder dalam merenovasi rumah ini tidak hanya mengacaukan rencana anggaran, akan tetapi juga menyita lebih banyak energi, waktu, bahkan lebih merusak rumah ketimbang sebelum mulai direnovasi.

Agar Anda terhindar dari kesalahan saat merenovasi rumah, berikut adalah ulasan mengenai ragam kesalahan renovasi rumah yang wajib dihindari. Apa sajakah itu?


1. Hanya fokus pada keinginan

Pada dasarnya merenovasi rumah haruslah berangkat dari kebutuhan, bukan dari keinginan. Ini ada kaitannya dengan menentukan waktu yang tepat untuk renovasi rumah. Renovasi bukan bertujuan untuk mempercantik penampilan rumah saja, akan tetapi menjawab masalah - masalah yang disebabkan oleh kondisi bangunan ada sekarang.

Ketika Anda hanya mementingkan keinginan dan berfokus terhadap gaya interior, detail, maupun dekorasi, maka anda dijamin akan menghabiskan uang yang banyak untuk sesuatu yang percuma.

Belum lagi kalau anda dikibulin si kontraktor yang tahu kalau anda awam soal rumah. Dia akan membuat sedikit masalah, supaya anda menggunakan jasanya lagi untuk memperbaiki masalah. Begitu terus tiada henti sampai ikan bisa terbang.


2. Budget yang tidak realistis

Melanjutkan poin pertama diatas, penting untuk diketahui bahwa perencanaan anggaran renovasi rumah harus 100% hanya didasari oleh kebutuhan yang memang diperlukan.

Akan tetapi bukan berarti anggaran lantas bisa dipangkas secara drastis supaya murah. Anda harus selalu menyediakan anggaran cadangan untuk hal hal yang tidak diinginkan namun bisa diperkirakan, misalnya harga bahan yang naik, perhitungan yang kurang tepat, perbaikan sistem yang sudah hampir rusak, dan lain lain.

Rincian biaya renovasi rumah yang terlalu kecil akan mendorong anda untuk memilih kualitas yang buruk, mulai dari struktur, bahan, pekerja, arsitek, dan segala hal lainnya. Bukannya menyelesaikan masalah, renovasi semacam ini justru akan menambah banyak masalah kedepannya sehingga harus keluar uang lagi.


3. Memperbaiki banyak hal dalam satu waktu

Seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan untuk renovasi rumah pastinya semakian berlipat ganda. Tidak hanya plafon bocor saja yang butuh segera diperbaiki, akan tetapi juga perlu menambah ruangan untuk si kecil yang mulai dewasa.

Belum lagi saluran air di kamar mandi yang sering mampet sehingga menimbulkan bau tak sedap. Apabila budget renovasi rumah anda tidak besar, maka tentunya semua masalah itu tidak bisa diselesaikan dalam satu waktu.

Cari semua permasalahan yang ada dirumah, tentukan mana yang paling prioritas, sesuaikan dengan budget, dan lakukan renovasi bertahap dengan tetap mempertimbangkan renovasi selanjutnya. Kalau anda tidak mengatur strategi renovasi bertahap, seringkali yang terjadi adalah kepentingan antar renovasi jadi bentrok dan ujung-ujungnya duit lagi.


4. Merubah rencana secara mendadak

Ketika proses renovasi sudah berlangsung, komitmen pada perencanaan awal yang sudah dibuat sangatlah penting sekali. Perubahan rencana yang dilakukan di tengah proses renovasi bisa mengubah perencanaan secara keseluruhan, salah satu jalan keluarnya adalah menambah biaya renovasi (dan sangat banyak).

Umumnya perubahan rencana renovasi terjadi setelah melihat sebagian hasil, misalnya pemilihan warna cat, yang ternyata kurang memuaskan ketika diaplikasikan.

Oleh sebab itu, atur strategi dengan matang sebelum memulai apapun. Pertimbangkan semua aspek mulai dari kebutuhan, budget, desain, penghuni, suhu udara, dan lain-lain supaya tidak perlu mengubah rencana ditengah jalan.


5. Tidak mengantisipasi kendala

Memang sudah menjadi rahasia umum, bila sesuatu yang direncanakan dengan matang sekalipun, sewaktu - waktu bisa berjalan diluar ekspektasi.

Faktor kendala yang meningkatkan pengeluaran bisa datang dari mana-mana, misalnya saja seperti molornya pengerjaan renovasi sebab kekurangan material atau bahan bangunan, pekerja bangunan yang sakit, perizinan, sampai diganggu tetangga dan orang setempat.

Makanya, penting sekali bagi Anda untuk menyiapkan setidaknya 15 – 20 persen dari total anggaran renovasi untuk antisipasi pengeluaran tambahan.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang ragam kesalahan renovasi rumah yang wajib dihindari. Semoga bermanfaat dan selamat merenovasi!