Ini Dia Cara Kerja AC Sebenarnya

Rabu, 20 Maret 2019

Pendingin ruangan atau biasa disebut AC (Air Conditioner), alat yang biasa digunakan untuk meyejukkan udara dalam ruangan, sudah menjadi kebutuhan umum bagi mereka yang tinggal di daerah lembab dan panas.

AC lebih sering menjadi pilihan dibandingkan kipas angin meskipun menggunakan energi lebih besar. Kipas angin hanya dapat menggerakkan udara yang ada di dalam ruangan dan tidak dapat mengubah suhu udara tersebut. Disini akan kita bahas bagaimana AC bekerja dan menghasilkan udara yang dingin di dalam ruangan.

Unit AC memiliki tiga bagian utama. Ini adalah kompresor, kondensor, dan evaporator. Kompresor dan kondensor unit Anda biasanya terletak di bagian luar sistem pendingin udara. Di dalam rumah adalah tempat Anda akan menemukan evaporator.

Komponen AC

Sebelum membahas proses kerja AC ada baiknya kita membahas komponen-komponen penting pada AC.

1. Kompresor

Kompresor adalah jantung dari siklus pendinginan. Siklus dimulai ketika kompresor mengambil gas pendingin dingin bertekanan rendah dari dalam ruangan. Fungsi satu-satunya kompresor yang digerakkan motor adalah untuk menekan refrigeran, menaikkan suhu dan tekanannya sehingga keluar dari kompresor sebagai gas panas dan bertekanan tinggi.

2. Kondensor

Dalam sistem yang melibatkan perpindahan panas, kondensor adalah alat atau unit yang digunakan untuk memberi tekanan pada zat sehingga mengubah nya dari gas ke bentuk cair, dengan mendinginkannya. Dengan melakukan itu, panas yang dibawa oleh zat akan dipindahkan ke lingkungan sekitarnya.

3. Evaporator

Evaporator adalah alat di mana proses mengubah bentuk zat kimia menjadi bentuk gas dilakukan. Jenis evaporator yang berbeda dapat digunakan untuk memanaskan dan mungkin mendidihkan produk yang mengandung cairan untuk menyebabkan cairan menguap dari produk.

4. Thermostat

Termostat adalah komponen penting untuk AC karena mengontrol suhu ruangan. Ini dilakukannya dengan mengontrol aliran energi panas ke dalam atau keluar dari sistem.

Setiap AC dilengkapi dengan termostat yang dioperasikan secara manual atau dapat diprogram untuk bekerja secara otomatis. Dapatkan pengaturan yang tepat untuk mengatur suhu sesuai kebutuhan Anda. Anda harus memiliki pemahaman yang tepat tentang cara menggunakan termostat AC Anda secara lebih efektif.

Proses yang terjadi pada AC adalah berikut, AC menggunakan bahan kimia(CFC) yang mengubah gas menjadi cair dan menjadi gas kembali dengan cepat. Bahan kimia ini memindahkan panas dari udara di dalam ruangan anda ke luar. Cairan pendingin mencapai kompresor sebagai gas bertekanan rendah. Kompresor memberi tekanan tinggi pada gas / fluida ini, dan molekul-molekul dalam cairan dikemas lebih dekat satu sama lain.

Semakin dekat kompresor memaksa molekul-molekul ini bersama, semakin tinggi suhu dan energi meningkat. Gas atau fluida ini bergerak keluar dari kompresor sebagai gas panas bertekanan tinggi, dan bergerak ke kondensor. Unit luar sistem pendingin udara atau kondensor memiliki lapisan seperti sirip logam di sekeliling kerangkanya.

Sirip ini bekerja seperti radiator pada kendaraan, dan membantu menghilangkan panas dengan lebih cepat. Ketika gas atau fluida meninggalkan kondensor, itu jauh lebih dingin. Itu juga mengubahnya dari gas menjadi cair karena tekanan yang tinggi.

Cairan masuk ke evaporator melalui lubang kecil, sempit dan ketika cairan mencapai sisi lain dari bagian ini, tekanannya turun. Ketika ini terjadi, cairan mulai menguap menjadi gas. Ketika ini terjadi, panas diekstraksi dari udara di sekitarnya. Panas ini diperlukan untuk memisahkan molekul-molekul cairan menjadi gas.

Sirip logam pada evaporator juga membantu pertukaran energi panas dengan udara di sekitarnya. Ketika refrigeran meninggalkan evaporator, itu sekali lagi merupakan gas dingin bertekanan rendah. Proses dimulai dari awal ketika kembali ke kompresor.

Ada kipas yang terhubung ke evaporator, dan ia mengedarkan udara di sekitar bagian dalam ruangan dan melintasi sirip evaporator. AC menghisap udara ke dalam saluran melalui ventilasi. Udara ini digunakan untuk mendinginkan gas di evaporator, dan saat panas dikeluarkan dari udara, ia didinginkan.

Saluran lalu meniupkan udara kembali ke rumah. Proses ini berlanjut hingga udara di dalam rumah atau kantor anda mencapai suhu yang diinginkan. Ketika termostat merasakan bahwa suhu interior berada pada level yang diinginkan, ia mematikan AC.

Ketika ruangan memanas lagi, termostat menyalakan AC kembali sampai suhu sekitar yang diinginkan tercapai lagi.

Selain proses penting diatas ada beberapa komponen pendukung yang juga perlu diperhatikan dalam menilai performa AC, seperti:

  • Accumulator, alat ini berfungsi sebagai penampung sementara refrigerant cair yang bersuhu rendah dan minyak pelumas evaporator
  • Strainer , alat ini berfungsi sebagai penyaring debu atau kotoran yang dibawa leh refrigerant pada AC.
  • Blower/Kipas, alat ini berfungsi mensirkulasikan udara di dalam ruangan baik menghembus atau menghisap ke luar/dalam AC.
  • Minyak Pelumas Kompresor, alat ini berfungsi untuk melumasi kompresor untuk merendam kemungkinan gesekan, minyak ini juga meredam suhu pada kompresor.