Cara Jitu Membersihkan Kotoran Hewan di Karpet

Selasa, 07 Mei 2019

Ew! Melihat karpet yang telah kotor karena di-poop-in hewan peliharaan memang sangat menjijikkan. Tak hanya kotor, karpet Anda pun jadi bau. Selain membuat rumah Anda terlihat ko tor dan berbau, pada area yang memiliki kotoran atau bau urin hewan peliharaan hanya akan menarik mereka untuk kembali membuang kotoran ke area yang sama!

Untuk itu mari segara hadapi dan bersihkan dengan seksama. Kotoran di karpet Anda bisa merusak keindahan serta estetika pada karpet dan bahkan dapat menimbulkan resiko kesehatan. Paparan kotoran hewan telah dikaitkan dengan beberapa penyakit seperti diare, infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah, trachoma, disfungsi enterik lingkungan, dan gangguan pertumbuhan

Kotoran hewan memang mengandung banyak virus, bakteri dan parasit. Salah satunya adalah Clostridium tetani sebagai ancaman yang paling serius. Seperti namanya, itu adalah bakteri yang menyebabkan tetanus. 

Membersihkan kotoran hewan peliharaan sepenuhnya dari karpet bisa menjadi pekerjaan yang sulit, tetapi sebenarnya Anda hanya memerlukan waktu serta usaha ekstra untuk melakukannya dengan benar. 

Tujuan artikel ini adalah untuk memberi Anda panduan tentang cara membersihkan kotoran yang pada akhirnya akan dihadapi oleh setiap pemilik hewan peliharaan. Daripada menunggu lama, yuk langsung saja disimak ulasannya dibawah ini!


Cara Membersihkan Area yang Baru Saja 'Dikotori' Hewan Peliharaan

1. Cobalah untuk mengambil sebanyak mungkin kotoran dengan cepat untuk menghindari noda membekas dan membuat kerusakan permanen pada karpet Anda.

2. Serap sebanyak mungkin urin menggunakan tisu atau kain bersih yang sudah tidak terpakai. Tempatkan lapisan tisu tebal di area yang masih basah, dan tutupi dengan lapisan koran. Jika memungkinkan, letakkan koran di bawah area karpet juga. 

3. Bilas "zona kotor" secara menyeluruh dengan air bersih, gosok dengan benar, lalu keringkan.


Cara Membersihkan Kotoran yang Sudah Agak Lama Menempel

1. Jika kotoran sudah terlanjur lama menempel, segera ambil dan buang mereka

2. Kikis kotoran yang berlebih dari serat karpet. Coba gunakan tisu basah atau lap bayi dan jepit serat karpet untuk mengambil kotoran sebanyak mungkin.

3. Gunakan pembersih karpet khusus. Pastikan sabun yang digunakan benar-benar bebas dari pemutih sebelum Anda menggunakannya, untuk menghindari kerusakan atau mengubah warna karpet Anda.

Perhatian: Sebelum mencoba produk pembersih di karpet Anda, selalu uji area kecil yang tidak terlalu terlihat untuk menghindari kerusakan permanen atau perubahan warna yang mencolok dari karpet Anda. Oleskan pembersih keatas noda, usahakan cari produk pembersih yang tidak melunturkan warna karpet Anda dan menyebabkan segala jenis kerusakan serat lainnya.

4. Semprotkan atau tuangkan sedikit larutan pembersih Anda langsung ke noda. Bersihkan pelan noda sampai cairan diserap, dan ulangi sampai Anda tidak bisa lagi melihat noda. Sebenarnya cara ini tergantung pada seberapa besar ukuran noda yang ada, dan tentu saja pembersihan ini mungkin membutuhkan usaha dan banyak kesabaran.

Pastikan Anda tidak menggosok terlalu kencang daerah yang terkena kotoran. Ini dapat membuat noda menjadi lebih buruk! Ingatlah untuk tidak membuat tekstur karpet jadi terlalu kering akibat penggunaan larutan pembersih yang berlebihan, karena cara ini dapat merusak karpet atau alas karpet. (Kiat mudah: Pertimbangkan untuk menggunakan handuk sekali pakai atau lap untuk mengangkat noda, sehingga Anda bisa membuangnya nanti. Ketimbang harus merusak karpet)

5. Setelah noda hilang, semprotkan atau tuangkan sedikit air dingin ke area tersebut. Bersihkan dengan kain baru untuk menghilangkan larutan pembersih berlebih yang masih menempel di karpet Anda. Lalu jemur hingga karpet mengering.

6. Setelah kering, taburkan baking soda di atas area yang terkena kotoran dan diamkan kembali selama 10 menit. Kemudian, bersihkan baking soda menggunakan vacuum cleaner. Tada! Karpet pun jadi bersih seperti pertama kali dibeli!


Tips Tambahan :

1. Hindari menggunakan pembersih uap untuk membersihkan bau urin dari karpet Anda. Panas akan secara permanen menempelkan kotoran dan bau dengan mengikat protein ke setiap serat karpet Anda.

2. Hindari pembersihan karpet menggunakan bahan kimia seperti amonia atau cuka. Bau kimiawi yang kuat hanya akan mendorong hewan peliharaan Anda untuk memperkuat tanda aroma urin di area tersebut.

3. Pembersihan karpet akan lebih sulit dilakukan jika air seni telah meresap ke dalam bantalan di bawah karpet Anda. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu mengganti bagian bantalan bawah karpet Anda.

4.  Cobalah sebisa mungkin untuk menjaga karpet dari kotoran dan noda jahat lainnya. Beberapa hal memang terjadi diluar dugaan. Jika Anda terlalu malas atau tidak tahu teknik apa yang bisa digunakan untuk membersihkan karpet, Anda bisa menggunakan jasa pembersihan karpet profesional.